Dalam rangka memfasilitasi komunikasi intern bagi seluruh Satuan Pelaksana Pengendalian Intern (Satlak PI) lingkup Kementerian Pertanian, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian menyelenggarakan Forum Nasional Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kementerian Pertanian Tahun 2011 di Bali selama 3 hari mulai tanggal 23-25 Nopember 2011 bertempat di Inna Putri Hotel, Nusa Dua - Bali.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan sirahturahmi antar Satlak PI sehingga berdampak pada terjalinnnya komunikasi yang baik dan erat, serta sebagai sarana curah pendapat maupun memecahkan hal-hal yang selama ini sulit dihadapi oleh para pejabat dan anggota Satlak PI. Di samping itu, forum ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi pelaksana Satlak PI agar mampu menjalankan tugas dan fungsinya selaku pengawas intern di unit kerjanya masing-masing demi terciptanya good governance dan clean government di instansi Kementerian Pertanian.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.1 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2008, menjadi dasar diselenggarakannya Forum Nasional SPIP sebagai satu-satunya forum di bidang SPIP yang bersifat nasional, mencakup instansi pusat dan UPT di daerah yang tersebar di 33 propinsi. Dengan keberhasilan penerapan SPIP, maka diharapkan terjadi penurunan tingkat penyimpangan terhadap ketentuan yang berlaku, baik secara administratif maupun kerugian negara. Tingkat kesadaran aparat yang semakin meningkat, didukung dengan adanya komitmen pimpinan instansi yang tegas dan kuat, tentunya akan mempermudah pengendalian organisasi ke arah yang lebih baik.

Kegiatan Forum Nasional Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern (Forum SPIP) Kementerian Pertanian Tahun 2011 dengan tema “Mantapkan SPI-Selaraskan Aksi – Wujudkan Kualitas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian WTP 2011”, telah dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementan selama 3 (tiga) hari yaitu pada tanggal 23 – 25 November 2011, berlokasi di Hotel Inna Putri Bali, Nusa Dua, Propinsi Bali.

Dalam kesempatan ini Ketua Panitia Forum Nasional SPIP, Drs. Suyitno, M.Si menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan SPIP, dilanjutkan dengan sambutan selamat datang Kepala Dinas Pertanian Propinsi Bali, Ir. Gusti Bagus Teyana yang sekaligus menyampaikan apresiasinya terhadap penunjukan Nusa Dua, Bali sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan Forum Nasional SPIP Kementerian Pertanian tahun 2011. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Inspektur Jenderal Ir. R. Azis Hidajat, MM.
Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan Forum Nasional SPIP ini adalah tercapainya pemahaman dan peningkatan wawasan peserta, serta dihasilkannya solusi atas permasalahan yang dihadapi terkait penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Agar tercapainya tujuan penyelenggaran Forum Nasional SPIP secara optimal, maka sasaran peserta yang diundang dalam kesempatan ini adalah pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tugas pokok berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan evaluasi/ monitoring dan evaluation (monev) yaitu kepala satker, pejabat Monev dan pelaksana Satlak PI lingkup Kementerian Pertanian se-Indonesia. Dalam kegiatan ini, pihak-pihak narasumber yang ditetapkan berasal dari Inspektorat Jenderal, Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok, Balai Inseminasi Buatan Singosari, Direktorat Jenderal Hortikultura, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dan Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian Propinsi Bali.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala dinas, pejabat dan pelaksana Satlak PI. Hadir dalam kesempatan ini sebanyak 277 orang peserta berasal 33 propinsi se-Indonesia.
Penyampaian materi Forum Nasional SPIP dilakukan dengan pola-pola interaksi dua arah yaitu pola diskusi dan aktivitas di luar ruang (outdoor), sehingga pemahaman materi lebih mudah diserap, dimengerti dan dipahami oleh peserta yang berasal dari beragam latar belakang pendidikan.
Titik strategis/butir penting yang dapat dipetik pada materi Komitmen Pimpinan, yang juga merupakan materi pertama dalam sosialisasi ini, disampaikan oleh Inspektur Jenderal terkait pentingnya sebuah komitmen yang kuat dari seorang pimpinan untuk dapat melaksanakan dan mengelola seluruh tugas dan program yang telah ditetapkan menjadi suatu keberhasilan yang bernilai manfaat tinggi.

Untuk mempermudah peserta dalam memahami materi ini, disusun ilustrasi sebagai pendukung materi pemaparan berupa tayangan film pendek yang menyajikan perjalanan pimpinan Inspektorat Jenderal dalam merealisasikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan SDM pengawas intern hingga go international. Tayangan lain mengenai komitmen pimpinan negara-negara maju juga ditampilkan sebagai contoh konkrit bagi peserta dalam menerapkan SPI di lingkungan kerjanya masing-masing. Bahkan Inspektur Jenderal meminta Kepala Badan Karantina Pertanian, Ir. Banun Harpini, M.Sc, untuk memberikan pencerahan kepada peserta terkait realisasi komitmen pimpinan di jajaran Badan Karantina Pertanian.

Pada tanggal 24 November 2011 yang merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Forum Nasional SPIP, dimulai dengan presentasi materi “Komitmen SPIP Kementan Menuju Opini WTP” yang disampaikan oleh Inspektur Jenderal.

Dalam kesempatan ini dijelaskan mengenai dasar hukum pelaksanaan SPIP, mekanisme SPIP itu sendiri, permasalahan yang dihadapi di Kementerian Pertanian, tindaklanjut temuan BPK, kriteria laporan keuangan kementerian, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan satuan kerja (satker) untuk mempercepat pencapaian opini WTP dari BPK-RI.

Sesi berikutnya adalah pemaparan “Studi Banding SPI di Commission On Audit (COA) Filipina” oleh Ir. Yayat Supriatna, MM dari Inspektorat I dan moderator pada sesi ini adalah Inspektur II, Ir. Widono, MM. Sesi ini menjelaskan mengenai organisasi COA selaku institusi pengawasan eksternal pemerintah Filipina yang telah menerapkan Internal Control System (SPI) secara baik dan mendapat beberapa penghargaan dari organisasi pengawasan internasional.

Masih pada hari yang sama, Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, BPKP, Dr. Binsar Simanjuntak hadir dan memaparkan materi “Perkembangan Implementasi SPIP Nasional” yang dipandu Inspektur Jenderal selaku moderator pada sesi tersebut.
Pada sesi ini, disampaikan mengenai latar belakang penerapan SPIP di instansi pemerintah, definisi SPIP, identifikasi kelemahan penerapan SPIP oleh instansi, unsur-unsur SPIP, konsep dan tahapan SPIP, langkah-langkah pegnembangan SPIP, korelasi penerapan SPIP dengan hasil temuan BPK-RI, dan perkembangan penerapan SPIP di lingkungan instansi pemerintah.

Di akhir sesi kegiatan forum SPI hari kedua, dilakukan “Sharing Experience SPI Handal” sebagai materi terakhir yang diselenggarakan selama 2 tahap, yaitu tahap pertama dipaparkan oleh Satlak PI dari Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok dan Satlak PI Balai Inseminasi Buatan Singosari, sedangkan pada tahap kedua dipaparkan oleh Satlak PI Ditjen Hortikultura, Satlak PI Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dan Satlak PI BPTP Propinsi Bali.
Pada tahap pertama, sesi dipimpin oleh Inspektur IV/Plt. Sekretaris Itjentan, Ir. Bambang Darmawan, MM yang memandu Drh. Agus Sunanto, MP dari Satlak PI Balai Karantina Pertanian Tanjung Priok dan Drh. Herliantin dari Satlak PI BIB Singosari. Kedua narasumber memaparkan bukti konkrit pelaksanaan dan kinerja Satlak PI di instansinya masing-masing yang dinilai kualitasnya di atas rata-rata satlak lain di lingkup Kementerian Pertanian.

Sedangkan pada tahap kedua dipimpin oleh Inspektur III, Ir. Alwi Munsir Lubis, MM selaku moderator yang memandu Sekretaris Ditjen Hortikultura, Dr. Mat Syukur dari Satlak PI Ditjen Hortikultura, Dr. Yusdar Hilman dari Satlak PI Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikutura, dan Ir. A.A. Ngurah Bagus Kamandalu, M.Si dari Satlak PI BPTP Propinsi Bali. Ketiga pemapar telah menjelaskan secara detail langkah-langkah yang digunakan untuk menerapkan SPIP yang baik dan benar di instansinya masing-masing.

Pada hari ketiga (terakhir) pelaksanaan kegiatan Forum Nasional SPIP tanggal 25 November 2011, dimulai dengan pemaparan materi “Kiat-kiat Menuju Tertib Barang Milik Negara (BMN)” oleh Inspektur I, Ir. Suprapto, M.Si yang dipandu oleh Ir. Mursid Suhadi, MM selaku moderator. Materi ini menjelaskan kepada peserta terkait peran SPI dalam pengelolaan BMN dan hibah, permasalahan BMN dan hibah di Kementerian Pertanian, peningkatan akuntabilitas manajemen BMN dan hibah, langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Sekretariat Jenderal, dan penjelasan mengenai temuan BPK-RI khusus mengenai BMN dan hibah.

Dalam kesempatan ini, untuk memperjelas langkah-langkah penertiban administrasi aset BMN dan hibah yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian, Inspektur I meminta Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Ir. Yasid Taufik, MM untuk menceritakan secara jelas dan rinci permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Sekretariat Jenderal, serta arahan-arahan yang mendukung percepatan penyelesaian permasalahan BMN dan hibah di Kementerian Pertanian agar terwujudnya WTP pada tahun 2011.
Dan sebagai penutup sesi pada hari ketiga tanggal 25 November 2011, adalah penjelasan materi “SPI Frum Club” disampaikan oleh Inspektur Investigasi, Ir. Yanuar M.Ec, yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melakukan interaksi dua arah (berdiskusi) terkait berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Satlak PI lingkup Kementerian Pertanian selama tahun 2011. Pada sesi tersebut, Inspektur Investigasi mengintisarikan permasalahan, dan solusi yang disepakati selama penyelenggaraan Forum Nasional SPIP tersebut, untuk segera ditindaklanjuti di tingkat satker lingkup Kementerian Pertanian. (Hari Edi)

Last Updated ( Thursday, 08 December 2011 10:02 )