Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terhitung sejak tahun 2009 - 2011, Kegiatan sosialisasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) telah membina 9.350 SDM Pertanian lingkup pusat, UPT dan daerah, baik pejabat fungsional (KPA, PPK, dan Bendahara) maupun pejabat struktural dari seluruh tingkatan, termasuk pembinaan Komitmen Anti Korupsi (KAK) tahun 2011 sebanyak 1.000 peserta. Secara total Inspektorat Jenderal telah melaksanakan kegiatan sosialisasi WBK dan Pembinaan Anti Korupsi sebanyak 13 angkatan secara berturut-turut sejak tahun 2009 hingga 2011.

Ada lima cluster utama materi Pembinaan Anti Korupsi di Kementerian Pertanian. Cluster pertama berisi materi-materi yang berkaitan dengan penjelasan kebijakan, visi dan 4 sukses pertanian dilanjutkan dengan pengawasan intern Inspektorat Jenderal yang dilakukan melalui strategi Green Audits. Pada cluster kedua, disampaikan materi Grand Strategy Reformasi Birokrasi yang meliputi penjelasan Manajemen Perubahan dan Quick Win (Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok) di Kementerian Pertanian. Sedangkan pada cluster ketiga, disampaikan materi Komitmen Akuntabilitas Kinerja, meliputi penjelasan Kebijakan Kementerian Pertanian dan Komitmen Penerapan SAKIP secara konsisten.

Pada cluster keempat, disampaikan materi Komitmen Pengendalian Intern, meliputi materi hakekat SPI; Pengadaan Barang yang Efektif, Ekonomis dan Efisien; Komitmen Pimpinan dan Pemahaman Hukum bagi PNS. Dan cluster terakhir (kelima) disampaikan Komitmen Anti Korupsi yang meliputi materi Tipologi Korupsi di layanan Publik, Komitmen Menuju WBK, Komitmen Pribadi Anti Korupsi serta materi Kontemplasi.

Meningkat dan Kendala

Selain itu, Kementan melalui Inspektorat Jenderalnya juga melakukan penilaian institusi di lingkup Kemtan tentang komitmennya dalam menolak korupsi. Berdasarkan hasil penilaian WBK 2011 yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal terhadap 225 unit kerja Eselon II dan UPT yang berhasil memperoleh predikat WBK sebanyak 108 unit kerja (48%).

Hasil itu menurut Inspektur Jenderal Kemtan Azis Hidajat menunjukkan adanya peningkatan 16 unit (7%) apabila dibandingkan dengan tahun 2010. "Berarti upaya-upaya pembinaan oleh Inspektorat Jenderal sejak tahun 2009 telah menunjukkan efektifitasnya," tambahnya.

Pada umumnya lanjut Azis Hidajat kendala yang dialami unit kerja dalam meraih status WBK adalah tidak dikirimkannya LHKPN ke KPK, belum seluruh jajaran unit kerja menandatangani Pakta Integritas, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tanpa melalui e-announcement dan tidak lengkapnya SOP yang dimiliki.
Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi penilaian SPI tahun 2011, telah dilakukan evaluasi penilaian SPI terhadap 147 Satlak PI dari 178 Satlak yang ada di Kementerian Pertanian. Hasil penilaian itu lanjut Irjen menyimpulkan bahwa sebanyak 71 satlak (48,30%) dinyatakan Sangat Handal, 37 satlak (25,17%) dinyatakan Handal, 24 satlak (16,33%) dinyatakan Cukup Handal, dan sisanya sebanyak 15 satlak (10,20%) dinyatakan Tidak Handal.
Pada umumnya kendala yang dialami unit kerja adalah tidak disusunnya SK Satlak Pengendalian Intern, belum rutinnya pelaksanaan rapat satlak, belum disusunnya program dan pedoman satlak, serta belum lengkapnya penyusunan laporan satlak.

Hal lain yang menurut Irjen menjadi perhatian Kementan, adalah upaya menggapai target "opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian)" terhadap laporan keuangan Kementerian Pertanian tahun 2011. Tahun lalu, Kemtan masih bertahan dengan "opini WDP" selama 2 tahun berturut-turut.

"Atas dasar inilah yasng menjadikan bentuk kegiatan pembinaan tetap terus diselenggarakan setiap tahunnya oleh Inspektorat Jenderal Kementan melalui Gerakan SAKIP, SPIP, WTP dan WBK," tambahnya. Yang menggembirakan pola ini rupanya telah dijadikan contoh bagi instansi pemerintah lainnya dan akan menjadi model nasional.

"Hal menggembirakan lainnya adalah, bahwa Kementerian Pertanian tidak termasuk dalam 16 Kementerian yang terlibat korupsi versi Indonesian Corruption Watch (ICW) yang diekspos pada 16 September 2011 di media massa," tambahnya. (Som - Sinar Tani)

Last Updated ( Friday, 16 December 2011 21:42 )