Rapat Koordinasi Pengawasan Pembangunan Pertanian Tahun 2011

Sebagai upaya tindak lanjut arahan Bapak Menteri Pertanian pada Rapim tentang Tantangan dan Percepatan Pelaksanaan Program 2011 pada tanggal 12 Januari 2011, Bapak Menteri Pertanian memberikan arahan sebagai Tindak Lanjut Direktif dan Instruksi Presiden RI, diantaranya: Mendorong penyerapan anggaran secara optimal dan tepat waktu, dan mengupayakan realisasi semester I minimal 50%; cegah penyusunan anggaran Negara untuk kepentingan pribadi/golongan dan politik; cegah dan berantas “MARK UP”, pengadaan barang / jasa; cegah dan hindari penyimpangan, korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sehubungan dengan hal tersebut, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian beberapa waktu yang lalu telah melaksanakan Rapat Koordinasi Pengawasan Pembangunan Pertanian dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan obyektivitas pelaksanaan berbagai kegiatan pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2011 antara lain pemeriksaan kinerja, pengawalan kegiatan strategis, evaluasi kegiatan strategis eselon I dan kegiatan pengawasan lainnya, diperlukan informasi penting mengenai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja eselon I lingkup Kementerian Pertanian melalui  paparan capaian kinerja program dan kegiatan tahun 2010 serta program dan kegiatan dari unit kerja eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Hal ini sejalan dengan Permentan No. 61 Tahun 2010 tentang Tugas Pokok Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian.

Rapat Koordinasi Pengawasan Pembangunan Pertanian Tahun 201 yang dlaksanakan di Grand Jayaraya Cipayung, berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 25 – 27 Januari 2011. Acara dihadiri oleh seluruh auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian dengan menghadirkan narasumber Sekretaris Ditjen/Badan unit Eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Masing-masing narasumber menyampaikan materi terkait capaian kinerja tahun 2010 dan Rencana Kegiatan Tahun 2011, dengan pembahas utama dari Staff Khusus, Tenaga Ahli Menteri, Auditor masing-masing Inspektorat.

sambutan Irjen 2

Acara yang bertemakan “Melalui Rapat Koordinasi Pengawasan Pembangunan Pertanian, Kita Wujudkan Audit yang Ramah di Lingkungan Kementerian Pertanian melalui GREEN AUDITS”, dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Ir. R. Azis Hidajat, MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tentang Arahan Menteri Pertanian dan Strategi Inspektorat Jenderal dalam mencapai visi dan misi Inspektorat Jenderal Kementerin Pertanian melalui pendekatan “GREEN AUDITS"

Arahan Menteri Pertanian dalam upaya mendukung 4 Target Sukses Pembangunan Pertanian dan Tindak Lanjut Direktif dan Instruksi Presiden RI pada RAPIM yang lalu yaitu :

  1. Program kerja Pembangunan Pertanian sesuai RKP 2011 dan APBN 2011 harus dilaksanakan sepenuhnya (jangan sampai ada kegiatan prioritas yang tidak terlaksana)
  2. Capaian pembangunan 2010 yang sudah meningkat harus dijaga dan ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.
  3. Bahwa pembangunan pertanian bukan hanya melaksanakan kegiatan DIPA, tetapi semua pemangku kepentingan (PEMDA, pelaku usaha, perguruan tinggi, LSM, Asosiasi Petani) harus digerakkan mendukung pencapaian sasaran nasional.
  4. Mengoptimalkan pendayagunaan potensi sumberdaya yang ada : lahan, air, dan SDM di daerah
  5. Terus berupaya mewujudkan kemandirian pangan dengan sasaran yang optimis dan logis.
  6. Pastikan sasaran produksi 2011 komodits pangan utama tercapai.
  7. Pastikan target swasembada pangan berkelanjutan untuk padi dan jagung serta swasembada kedelai, gula, dan daging sapi tahun 2014 tercapai.
  8. Sinergikan program antar Eselon I untuk mendukung sasaran produksi pangan utama, sinergikan dengan instansi terkait dan investasi masyarakat.
  9. Lakukan upaya-upaya khusus untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim (DPI) terhadap produksi komoditas utama dan lakukan reaksi cepat membantu petani.
  10. Lakukan koordinasi intensif dengan K/L yang terkait langsung dengan kerberhasilan produksi pangan utama
  11. Guna mendorong iklim investasi sektor pertanian yang kondusif, perbaiki aturan perizinan yang mudah, tidak membebani dan cepat.
  12. Kaji secara mendalam peraturan-peraturan di daerah maupun pusat sehingga tidak ada hambatan/pertentangan antar hukum yang berlaku.
  13. Laksanakan program-program pengurangan kemiskinan, dengan memberikan perhatian khusus pada petani penggarap, buruh tani, dan daerah rawan pangan.
  14. Percepat pelaksanaan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan petani (PUAP, LM3, SMD, DEMAPAN, dll)
  15. Kegiatan pembangunan pertanian juga harus diarahkan untuk mencapai sasaran MDGs (pelestarian lingkungan, pengurangan kemiskinan, dll)
  16. Guna mengatasi kenaikan harga pangan dan energi dunia kita harus meningkatkan produksi beras mulai 2011 dan mempersiapkan rencana kontingensi darurat.
  17. Mendorong penyerapan anggaran secara optimal dan tepat waktu. Upayakan realisasi semester 1 minimal 50%. Bila ditemukan kendala atau hambatan segera lakukan antisipasi dini dan cari solusinya.
  18. Cegah penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi/golongan dan politik.
  19. Cegah dan berantas “MARK UP” Pengadaan Barang/Jasa
  20. Cegah dan hindari penyimpangan, korupsi, kolusi dan nepotisme

Inspektur Jenderal juga menjelaskan terkait strategi pengawasan “GREEN AUDITS” sebagai berikut :

 

“Filosofi GREEN berarti hijau. Kita ketahui bahwa sekarang dengan adanya dampak perubahan Iklim, semuanya kembali ke nature (alam), yang bernuansa green (hijau), diharapkan dengan warna hijau membawa nuansa kesejukan, kedamaian, dan kesejahteraan. Diharapkan kedatangan Tim auditor Inspektorat Jenderal ketika sedang melakukan pemeriksaan,  dapat menciptakan suasana lingkungan mitra kerja kita  yang kondusif. Dengan kesejukan, kedatangan kita akan membawa dampak peningkatan kinerja.

Hijau berarti juga pertumbuhan, sehingga diharapkan ada perkembangan maupun peningkatan kinerja baik lingkungan internal Inspektorat Jenderal maupun di pihak eksternal (lingkungan auditan) mitra kerja Inspektorat Jenderal, sehingga ketika melakukan pemeriksaan (audit), pengawalan, evaluasi selalu ditunggu-tunggu, tidak dihindari dan tercipta suasana yang ramah tetapi tidak terlepas dari prinsip-prinsip yang tercantum dalam Kode Etik dan Standar Audit (KESA)".

Dengan “GREEN AUDITS” tersebut kita harapkan dapat terwujud lingkungan kerja di lingkup Itjen Kementan (intern) dan lingkungan kerja Auditor / Mitra Kerja (eksternal) yang kondusif, sehingga dapat melaksanakan program dan kegiatan secara efektif, ekonomis, dan efisien sesuai dengan ketentuan. Hal ini sejalan dengan dan fungsi pengawasan sebagai “Quality Assurance".

Adapun nilai yang tekandung dalam akronim “GREEN AUDITS”, terdiri atas :

Good Audit Practices, (praktek audit yang baik). Kita harus melakukan praktek audit yang baik, kita telah memiliki SOP tentang audit kinerja, audit investigasi, pengawasan tujuan tertentu.

Responsibility and Accountability  (tanggung jawab dan akuntabilitas). Di dalam melaksanakan kegiatan, kita harus selalu penuh dengan tanggung jawab. Hasil audit kita bisa dipertanggungjawabkan dan pelaksanaannya juga akuntabel.

Efficiency, Economically, and Effectively (efisiensi ekonomis dan efektif). Kita juga harus menerapkan prinsip 3E baik di lingkungan auditan maupun di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Empower Resources Wisely, (Pemberdayaan sumber daya secara bijaksana). Kita harus memberdayakan sumber daya yang ada secara bijak.

No Abuse and No Corruption, (tidak ada penyimpangan dan korupsi)

Accordance the law and policy (taat kepada peraturan dan kebijakan)

Urgency Sense, (memiliki kepekaan terhadap kondisi darurat). Contoh akhir-akhir ini banyak terjadi bencana alam, misalnya bencana Merapi,  Inspektorat Jenderal juga memiliki kepekaan terhadap konsidi darurat tersebut dengan membantu Dirjen Peternakan mengawasi penyaluran pemberian ganti rugi sapi.

Develop Audit Performance, (Mengembangkan audit kinerja). Kita harus selalu mengembangkan audit kinerja kita sehingga rekomendasi yang diberikan benar-benar konstruktif dan dapat menghantarkan mitra kerja kita untuk meningkatkan kinerjanya.

Integrity and Profesional (Integritas dan profesional). Seluruh jajaran harus mempunyai integritas yang dengan profesionalitas akan selalu ditingkatkan melalui diklat dan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan auditor.

Trustworthy and Honesty (Dapat dipercaya, amanah dan jujur). Kita harus selalu menjaga kepercayaan, amanah, dan kejujuran. Ini sebagai modal utama dalam melakkan pemeriksaan.Visi Itjen akan terwujud apabila hasil-hasil audit diungkapkan secara jujur, obyektif dan dan dapat dipercaya.

Smile, Smart, Smooth, Strict, and Serve God the Best (Senyum, Cerdas, Lembut, Tegas, dan Hamba Allah yang terbaik) didalam melaksanakan tugas, dalam kondisi apapun, kita harus menunjukkan kepribadian dan kinerja yang prima dengan melaksanakan tugas sebagai bagian dari ibadah.

Antusias peserta terlihat pada banyaknya pertanyaan yng disampaikan pada sesi diskusi di setiap pemaparan materi oleh masing-masing Ses. Ditjen/Badan. Hal ini dilakukan dalam upaya mengeksplorasi infomasi secara mendalam terkait dengan program dan kegiatan masing-masing unit kerja eselon I lingkup Kemeterian Pertanian.

Sesi 1 hari pertama Rakor (Selasa, 25 Januari 2011), narasumber yang menyampaikan materi adalah Ka Biro Perencanaan, Ka Biro Keuangan & Perlengkapan, Ka Biro Organisasi dan Kepegawaian, Kepala Pusdatin (SETJEN) dengan pembahasa utama Ir. Syamsul Hilal (Staff Khusus Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan) dan auditor IR I, Ir. Eko Kamota Widodo, MM dan Drs, M. Arifin, MM.

Sesi 2 paparan Ditjen Tanaman Pangan disampaikan Ir. Kaswanda, MS mewakili Ses Ditjen TP yang berhalangan hadir, dengan pembahas utama Ir. Budi Prayigno, MM dan Ir. Bambang Pamuji (auditor IR II).

Sesi 3 dipaparkan materi dari Ditjen Perkebunan yang disampaikan oleh Ir. Mukti Sardjono, MM, (Ses. Ditjen Perkebunan) dengan pembahasan utama Achyar Eldine, SE, MM (Tenaga Ahli Menteri Bidang Kemitraan) dan Ir. Rodiana Masulili, MM, Ir. Wahyudin, MM, Ir. Dahono, M.Si. (auditor IR III).

Sesi 4 disampaikan materi oleh Ses Ditjen Peternakan dan Keswan, Ir. Fauzi Luthan dengan pembahas utama Ir. Bambang Purwiyanto, MM dan Ir. Edy Basuki H, MM (Auditor IR IV).

Sesi 5 Hari kedua (Rabu, 26 Januari 2011), disampaikan paparan dari Ditjen Hortikultura yang disampaikan oleh Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc. (Ses Ditjen Horti) dengan pembahasa utama Ir. Agus Sidik Purwoko, MM dan Ir. Yusfek Helmi, MM.

Sesi 6, paparan Ditjen PSP yang disampaikan oleh Ses Ditjen PSP, Dr. Ir. Agus Syofyan, MS, dengan pembahas utama Ir. Dedi Junaidi (Tenaga Ahli Menteri Bidang Informasi dan Komunikasi) dan auditor IR II (Ir. Susanto, MM dan Ir. Laurensius Sihaloho, M.Sc.)

Sesi 7 disampaikan paparan dari Ses. Ditjen PPHP, Ir. Agustin Zein Karnaen, M.Sc, dengan menghadirkan Ir. Baran Wirawan, M.Sc. (Staff Khusus Menteri Pertanian Bidang Pemberdayaan Masyarakat) dan auditor IR III (Ir. Sahala Sianturi, MM dan Ir. Johnny Wahyono, MM)

Sesi 8 paparan Badan Karantina Pertanian yang disampaikan oleh drh. Mulyanto, MM dengan pembahas utama Atang Trisnanto, S.Hut (Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bdang Peningkatan Pelayanan)

Sesi 9 paparan dari PPSDMP disampaikan oleh Ses Badan PPSDMP, Dr. Ir. Edi Abdurochman, MS, dengan pembahas utama Dr. Ir. Eri Sofiari, MS (Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembinaan SDM) beserta auditor IR I (Ir. Wadjito, MM dan Drs. Subandrio).

Sesi 10 disampaikan paparan Badan Ketahanan Pangan oleh Ses BKP, Dr. Ir. Hermanto, MS, dengan pembahas utama Ir. Suharno, MM (auditor IR II)

Hari terakhir Rakor (Kamis, 27 Januari 2011), disampaikan paparan pada sesi 11 dari Badan Litbang Pertanian oleh Dr. Ir. Mappaona, MS (Ses Badan Litbang Pertanian) dengan pembahas utama Ir. Setiawan, MM dan Ir. R. Imron Rosjidi, MM (Auditor IR III).

Pada sesi terakhir disampaikan Evaluasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang disampaikan oleh Inspektur IV, Ir. Bambang Darmawan, MM, dan Paparan Rencana Kegiatan Pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (RKT dan PK) oleh Kepala Bagian Perencanaan Inspektorat Jenderal Kementan, Ir. Eddy Santoso, MM dengan pembahas utama Ir. Bambang Darmawan, MM dan Ir. Agus Triwibowo, MM.

Pendalaman terhadap hasil yang diperoleh di Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian kali ini akan menjadi bahan dalam Rapat Kerja Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Januari – 2 Februari 2011 mendatang.

Harapan besar dengan adanya Rapat Koordinasi Pengawasan Pembangunan Pertanian Tahun 2011, Inspektorat Jenderal semakin meningkatkan kualitas pengawasan dalam rangka mendukung pencapaian Visi dan Misi Kementerian Pertanian.

Foto-Foto Kegiatan:

Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4 Foto 5 Foto 6

Foto 7 Foto 8 Foto 9 Foto 10 Foto 11 Foto 12

Foto 13 Foto 14 Foto 15 Foto 16 Foto 17 Foto 18

Foto 19 Foto 20 Foto 21 Foto 22 Foto 23 Foto 24

Foto 25 Foto 26 Foto 27 Foto 28

/rif/yos (2011)

Last Updated ( Sunday, 13 February 2011 21:51 )